1. Flush Grates/Nozzles: Semburan air ditanam pada permukaan yang datar dan rata (seperti beton, batu, atau kisi-kisi).
2. Sistem Drainase Tersembunyi: Di bawah permukaan terdapat cekungan atau reservoir tangkapan yang besar dan dangkal. Air mengalir melalui celah-celah atau lubang-lubang kecil pada paving.
3. Resirkulasi: Sistem pompa yang kuat mengumpulkan air yang dikeringkan, menyaring dan mengolahnya, lalu mensirkulasikannya kembali melalui jet.
4. Siklus Waktu: Sering kali dikendalikan oleh pengatur waktu atau sensor, air mancur dapat menyala dan mati sesuai pola, memungkinkan orang memasuki zona "kering" saat air mati.
Tujuan & Fitur Utama:
1. Permainan Interaktif & Ruang Sosial:
Tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat—terutama anak-anak—untuk bermain, berlari, dan menenangkan diri di dalam air. Ini mengubah alun-alun umum menjadi area rekreasi yang dinamis.
2. Estetika Arsitektur:
Saat dimatikan, ini berfungsi sebagai alun-alun atau halaman yang rapi dan tidak mencolok. Saat dinyalakan, ini menciptakan tampilan air yang dramatis dan sering kali dikoreografikan.
3. Keamanan:
Karena tidak ada genangan air (kecuali lapisan dangkal selama pengoperasian), kolam ini dianggap lebih aman dibandingkan kolam tradisional, dengan risiko tenggelam yang lebih rendah. Permukaan seringkali tidak licin.
4. Fleksibilitas Musiman:
Di daerah beriklim dingin, ketika air dimatikan pada musim dingin, ruangan tersebut masih dapat digunakan sebagai alun-alun pejalan kaki biasa.
Contoh Umum & Tempat Anda Melihatnya:
* Plaza Umum & Alun-alun Kota: Misalnya, Air Mancur Mahkota di Taman Milenium Chicago (meskipun memiliki kolam refleksi, area interaktif berfungsi serupa).
* Pusat Perbelanjaan & Perkembangan Perkotaan: Digunakan untuk menarik pengunjung dan menciptakan suasana yang hidup.
* Museum, Balai Kota, dan Taman: Sebagai fitur sentral dan menarik.
* Area Bermain Anak/Splash Pads: Alternatif permainan air tanpa kedalaman yang lebih aman dibandingkan kolam renang.
Pertimbangan Utama:
* Penggunaan & Perawatan Tinggi: Membutuhkan sistem penyaringan dan pengolahan air yang kuat (seringkali mengandung klorin) karena kontak langsung dengan masyarakat. Pembersihan secara teratur sangat penting.
* Konservasi Air: Mensirkulasi ulang air, sehingga relatif efisien meskipun ukurannya besar.
* Biaya: Pemasangannya rumit dan mahal karena diperlukannya pipa bawah tanah, reservoir, dan sistem pemompaan yang ekstensif.
* Aksesibilitas: Saat kering, permukaan dapat diakses sepenuhnya. Kehati-hatian harus diberikan untuk memastikan desain yang aman dan inklusif saat air menyala.
Berbeda dengan Air Mancur Tradisional dan Air Mancur Terapung:
* Air Mancur Tradisional: Memiliki kolam atau baskom air permanen yang terlihat. Anda melihatnya dari tepi.
* Air Mancur Terapung: Terletak di badan air; tujuannya adalah aerasi dan dekorasi di atas air.
* Air Mancur Kering: Airnya bersifat sementara dan interaktif; ruang itu sendiri berubah. Anda masuk ke dalamnya.
Singkatnya, air mancur kering adalah sebuah karya cerdas dari teknik dan arsitektur lanskap yang menciptakan ruang ajaib dan dapat diubah—kering dan fungsional pada suatu saat, dan taman bermain air yang mendebarkan pada saat berikutnya.
Anda mungkin menyukai: Air Mancur Kolam Renang, Air Mancur Tirai Air Digital, Air Mancur Luar Ruangan